Calon 'Pengantin' Ditangkap Di Pasar Mangkang

SEMARANG, suaramerdeka.com - Densus 88 Antiteror dibantu Polda Jateng dilaporkan menangkap seorang calon "pengantin" pelaku bom bunuh diri di kawasan Pasar Mangkang, Semarang, Kamis (29/12) pukul 23.00 WIB.

Bersama calon pengebom ini, diringkus pula dua teroris lain yang berperan sebagai pencuci otak dan ahli bom berikut barang bukti.

Sedianya bom akan diledakkan pada malam Natal, Sabtu (24/12), di salah satu Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Semarang. Lantaran penjagaan ketat aparat, pelaku mengurungkan rencananya. Mereka kemudian menggeser misi untuk meledakkan bom pada malam perayaan Tahun Baru.

Si calon "pengantin" diketahui berinsial RA dengan nama baiat AG. Dia disebut-sebut pelajar di salah satu sekolah menengah di Kota Lumpia. Adapun identitas dua terduga teroris lain belum diketahui.

Menurut seorang pejabat utama Polda Jateng, si pencuci otak dan ahli bom sudah lama berada di ibu kota Jateng. Seorang pelaku bahkan sudah lama membaur dengan warga dengan menyaru sebagai pedagang di Pasar Mangkang.

Kelompok ini sempalan dari kelompok Cirebon yang meledakkan bom di Masjid Adzikra di Mapolresta Cirebon dan Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, beberapa waktu lalu.

"Saat ditangkap tiga pelaku itu sedang bersama. Barang bukti juga sudah disita. Malam itu juga Densus langsung membawa mereka ke Jakarta," kata sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut.

Antisipasi

Belum jelas benar gereja mana yang menjadi sasaran teror. Dari data Polda Jateng, di Semarang terdapat 159 gereja Kristen dan 24 gereja Katolik. Sebanyak 18 gereja dinyatakan rawan karena memiliki jemaat lebih dari 1.000 orang.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimsus) Polda Jateng, Kombes Bambang Rudi Pratiknyo, mengatakan telah mendengar kabar penangkapan itu. Setelah mengecek silang ke Mabes Polri, dia memperoleh jawaban penangkapan itu hanya kabar burung.

"Memang ada info seperti itu. Saya sendiri tidak mengetahui bahwa Densus 88 beroperasi di sini. Mereka tidak akan melapor kalau ada kegiatan di Semarang," terang Bambang Rudi.

Dia beralasan berita itu mungkin hanya upaya penyesatan untuk menyembunyikan kegiatan sebenarnya. "Anggota intel kami sudah mengecek isu itu, ternyata tidak benar," tegasnya.

Namun, pada akhir pembicaraan Bambang Rudi mengakui telah memperoleh informasi adanya pergerakan terorisme ke Semarang. "Kami sudah mengantisipasi dengan memperketat pengawasan di sekitar gereja dan area publik lain. Masyarakat tetap tenang, tapi jangan menghilangkan kewaspadaan," imbuhnya.
( Anton Sudibyo / CN34 / JBSM )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php...Pasar-Mangkang

Quote:

Densus Tangkap Pelajar Diduga Calon Bomber


Ia diduga akan dilibatkan dalam rencana pemboman bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia.

VIVAnews - Jajaran Detasemen Khusus anti teror 88 menangkap seorang pelajar berinisial R, Kamis 29 Desember 2011. Ia ditangkap karena diduga sebagai calon pelaku bom bunuh diri yang dirancang jaringan teroris. R ditangkap di belakang Pasar Mangkang Semarang, Jawa Tengah.

Menurut salah satu tukang ojek yang mangkal di Pasar Mangkang, petugas berpakaian preman menangkap tiga orang. Salah satunya dikenal sebagai R. Diduga, dua lainnya adalah senior yang merekrut R. Hingga malam ini, belum diketahui identitas keduanya.

R selama ini dikenal sebagai seorang seorang pelajar sekolah menengah kejuruan di daerah Mangkang, Semarang. Ia tinggal bersama dua terduga teroris lainnya yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di pasar tersebut.

Informasi yang berkembang di kepolisian, kawanan ini memiliki rencana pemboman bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia, Semarang, pada perayaan malam Natal. Niat tersebut dibatalkan karena penjagaan aparat kepolisian pada saat itu cukup ketat.

Mereka ditangkap karena polisi menduga bahwa mereka akan meledakkan bom saat perayaan tahun baru. Mereka diduga terkait dengan kelompok teroris yang meledakkan bom di Masjid Ad Dzikra di Mapolresta Cirebon dan Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo beberapa waktu lalu.

Menurut Kombes Bambang Rudi Pratiknyo, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah, usai ditangkap, kawanan itu langsung dibawa ke Mabes Polri. "Memang benar ada penangkapan terduga teroris yang saat ini telah dibawa ke Jakarta dan dalam penanganan Mabes Polri," katanya, Jumat 30 Desember 2011. (Laporan: Puspita Dewi | Semarang, art)

http://nasional.vivanews.com/news/re...a-calon-bomber
syukur Alhamdulilah segera bisa ditangkap... kalau emang tuh "calon pengantin" mau ngebom dan "berjihad", sono Ngebom ke AS dan sekutu nya, jangan ngebom di Indonesia!!

JabirAku 31 Dec, 2011

Admin 31 Dec, 2011
-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2011/12/calon-pengantin-ditangkap-di-pasar.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com