ini berita judulnya kocak gan --> 'Enak di Elu, Nggak Enak di Gue'

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
'Enak di Elu, Nggak Enak di Gue'

Senin, 9 Januari 2012 | 03:40 WIB
sumber: sindikasi
Quote:

Seminar ini cukup banyak menyita perhatian kaum intelektual, baik dari kalangan kampus, agamawan, pekerja pers dan para peneliti sosial. Kendati seminar mengangkat hal "normatif" seputar peran pers sebagai pilar keempat demokrasi, namun pembicaraan justru lebih banyak menyangkut perseteruan Mangku Pastika (MP) dengan Bali Post (BP).

Semua narasumber mendorong agar persoalan MP Vs BP ini diselesaikan secara damai agar persoalan ini tidak berlarut-larut yang ujung-ujungnya merugikan Bali secara keseluruhan.

Salah satu narasumber Putu Artha bahkan menawarkan formula solusi damai yang kongkrit antara MP dan BP yang disebutnya "solusi damai yang bermartabat". Pertama, BP mengakui kekeliruan secara terbuka kepada publik atas tindakan plagiat terkait berita BP yang digugat MP. Kedua, BP memberikan hak jawab dan MP memanfaatkannya dengan porsi dan frekuensi sesuai pemberitaan yang tidak berimbang (bentuk hak jawab harus sesuai Surat Edaran Dewan Pers).

Ketiga, setelah penggunaan hak jawab itu, MP dengan kesadaran mencabut gugatan di pengadilan dan keempat, kedua pihak berdamai dengan tulus dan menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran politik dan hukum. Tawaran solusi Artha yang juga mantan wartawan Bali Post ini mendapat apresiasi yang luas dari perserta seminar. Bahkan, dengan tegas, Artha menegaskan, dia siap menerima segala konsekuensi dari tawarannya tersebut.

"Ini sebagai bentuk konsistensi saya yang sangat mencintai dunia pers," tandas mantan aktivis mahasiswa ini.

Pembicara lainnya Prof. Dr. Yohanes Usfunan, mantan anggota Dewan Pers Made Nariana memberi stressing. Kendati awalnya, Nariana enggan membahas kasus, namun akhirnya menekankan pentingya perdamaian.

Tentu saja perdamaian yang beradab. Ketua KONI Bali ini juga mengingatkan bahwa penggunaan hak jawab tak menghilangkan aspek pidana dari suatu pelanggaran yang diduga dilakukan pers. Prof. Usfunan menegaskan, bahwa UU No.40 Tahun 1999 memberi jaminan kepada setiap anggota masyarakat yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers untuk menempuh jalur hukum dan pengadilan.

Enak di Elu

Sementara itu, Pastika kembali menegaskan pernyataannya bahwa dia tetap membuka pintu perdamaian. Hanya saja perdamaian macam apa?

"Kalau perdamaiannya, kita bertemu, salaman, lalu good bay, jelas salah tolak. Saya sudah sangat dirugikan, kok dengan mudah salam, lalu selesai. Ya, tidak begitu dong. Itu artinya enak di elu, nggak enak di gue," seloroh Pastika mengutip ungkapan gaul ala Jakarte.

Menurut tokoh Bali yang memiliki reputasi internasional ini, perdamaian bisa laksanakan bila pihak Bali Post cq Satria Naradha telah mengaku bersalah dan meminta maaf secara terbuka, bahwa apa yang diberitakan itu merupakan berita bohong. "Saya sangat berkepentingan dengan damai itu, karena salah satu aspek dalam program Bali Mandara itu adalah damai," tandas Pastika.

Mantan Kapolda Bali ini juga ingin menjernihkan persoalan yang dihadapinya, di masa sesungguhnya apa yang sering ditulis di merid Mangku Pastika Versus Bali Post (MP Vs BP) hanya untuk menenuhi konstruksi hukum.

"Namun, sesungguhnya saya berurusan dengan Satria Naradha (Pemimpin Umum Bali Post-red). Saya tidak bermasalah dengan Bali Post, tidak bermasalah dengan Pemrednya. Saya maklum, mereka semua tidak berdaya karena takut kehilangan pekerjaan," tandas Pastika.

Menurut Pastika, target hukumnya bukan tuntutan ganti rugi Rp 150 miliar yang persepsikan untuk membangkrutkan BP. "Tidak di situ poin saya. Saya hanya ingin meminta keadilan. Kalaupun nanti pengadilan memutuskan 1 rupiah saya akan terima itu," ujar Pastika.


jablayrimba 09 Jan, 2012

Admin 09 Jan, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/ini-berita-judulnya-kocak-gan-enak-di.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com